Cara-cara Alamiah untuk Menjaga Liver

Hati atau liver merupakan salah satu organ vital yang harus dijaga kesehatannya. Liver memiliki fungsi utama, yakni untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Selain fungsi utama ini, liver juga memiliki fungsi tambahan, yakni mengatur jumlah karbohidrat, jumlah lemak, asam lemak dan amino, kolesterol, sirkulasi hormone, dan trigliserida di dalam tubuh. Selain fungsi tersebut, liver juga membantu produksi empedu dan protein plasma; membersihkan antibodi yang tersisa di dalam tubuh serta membersihkan zat-zat berbahaya yang mungkin tertinggal karena penggunaan obat tertentu; memakan antigen dan mikro-organisme; menyimpan berbagai jenis vitamin dan mineral; memproses emulsi lemak; dan fungsi terakhir: membantu tubuh menon-aktifkan kerja obat. Dilihat dari fungsinya yang beragam, tidak heran bahwa liver menempati posisi penting dalam keseluruhan organ manusia.

Fungsi liver yang berkurang atau rusak bisa membawa serangkaian efek negatif bagi seluruh tubuh, di antaranya: racun yang masuk ke dalam tubuh tidak bisa terasing dan dengan demikian akan sangat berbahaya bagi kesehatan. Gaya hidup sehari-hari sangat berperan terhadap keberlangsungan fungsi liver. Oleh karena itu sebaiknya anda membiasakan diri untuk hidup sehat dengan cara menghindari konsumsi makanan dan minuman yang merusak tubuh.

Ada beberapa cara untuk menjaga fungsi liver, di antaranya adalah:

  • Melakukan pijatan di bagian tubuh tertentu

Pijatan lembut di sekitar kantung empedu dan di daerah hati membantu memperlancar sirkulasi darah menuju hati. Pijatan, dengan kata lain, bisa membantu hati supaya bekerja dan befungsi secara optimal.

  • Berhenti mengkonsumsi alkohol secara berlebihan

Anda mungkin penggemar bir dan minuman beralkohol lainnya? Jika ya, maka anda perlu berhenti atau mengurangi konsumsinya. Bir memang baik dalam arti ia bisa membantu membersihkan racun, namun terlalu banyak mengkonsumsi alkohol bisa membuat hati anda bekerja lebih keras. Telalu banyak bekerja membuat hati kelelahan dan akhirnya tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

  • Mengkonsumsi suplemen kesehatan

Pasar telah memberikan banyak bahan dalam bentuk suplemen kesehatan yang bisa digunakan untuk menjaga fungsi hati. Suplemen yang kaya dengan berbagai jenis mineral seperti tembaga, sodium, zat besi, seng, mangan, selenium, kalsium, kalium, dan magnesium membantu menjaga fungsi hati dengan maksimal.

  • Sayuran jenis tertentu patut dimakan

Ini termasuk bawang dan brokoli yang memang bisa membantu anda mengoptimalkan fungsi hati dan menjaganya sebaik mungkin.

Terkait dengan konsumsi suplemen kesehatan, jeli gamat mungkin menjadi pilihan menarik untuk dipertimbangkan. Suplemen ini telah dikenal sejak lama sebagai produk kesehatan yang membantu meregenerasi sel-sel tubuh. Karena terbuat dari bahan-bahan alamiah seperti – salah satunya – ketimun laut, jeli gamat menjadi sebuah pilihan menarik (karena tak menimbulkan efek samping) untuk anda yang ingin ingin solusi untuk menjaga fungsi hati secara maksimal.

Virus Penyebab Penyakit Hepatitis

Hepatitis adalah suatu jenis penyakit yang terjadi karena adanya peradangan pada organ hati. Peradangan ini terjadi karena masuknya racun, obat-obatan ataupun zat lain yang dapat menyebabkan infeksi. Banyak kasus hepatitis yang ditemukan terjadi karena adanya virus penyebab penyakit hepatitis yang menyerang organ hati. Virus yang menyebabkan penyakit ini ada 5, yakni A, B, C, D dan E. Selaim kelima virus hepatitis tersebut, penyakit ini bisa juga disebabkan oleh serangan virus lain yang disebut mononukleosis infeksiosa, sitomegalovirus serta demam kuning. Namun, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh faktor lain yang tidak berkaitan sama sekali dengan serangan virus, seperti penggunaan obat-obatan dan konsumsi minuman beralkohol.

 

virus penyebab penyakit hepatitis

Virus Penyebab Hepatitis

Penyakit hepatitis yang paling banyak ditemukan di masyarakat disebabkan oleh serangan virus yang telah disebutkan di atas. Perbedaan virus-virus tersebut adalah;

  1. Hepatitis AVirus ini menyebar melalui makanan ataupun air yang telah terjangkit virus hepatitis A. Tingkat kebersihan menjadi isu utama penyebaran atau penularan penyakit ini.
  2. Hepatitis B – Penularan penyakit ini tidak semudah A karena lebih ditularkan melalui darah. Mereka yang tertular hepatitis B umumnya adalah pengguna obat-obatan terlarang yang secara bergantian menggunakan jarum suntik. Pada ibu hamil, penyakit ini dapat menular ke janin yang ia kandung.
  3. Hepatitis C – Penularannya sering terjadi karena penggunaan jarum suntik yang bergantian atau bahkan melalui transfusi darah. Penyakit ini jarang ditularkan melalui hubungan seksual, meski tidak menutup kemungkinan bisa pula terjadi.
  4. Hepatitis D – para pecandu obat-obatan tertentu bisa dengan mudah terserang virus penyakit ini. Virus Hepatitis D membutuhkan bantuan dari B untuk berkembang. Penderita penyakit ini dapat mengalami serangan penyakit hati akut yang membahayakan jiwanya. Tanpa virus hepatitis B, penyakit ini tidak dapat berkembang.
  5. Hepatitis E – Ditularkan melalui tinja ke mulut yang kemudian menyebar melalui minuman ataupun makanan. Tingkat kebersihan yang buruk menjadi penyebab utama terjadinya penyakit ini.

Gejala dan Pencegahan Virus Hepatitis

Ada beberapa gejala hepatitis yang secara umum menyertai penyakit Hepatitis yakni diare, demam, muntah, nyeri di perut bagian kanan serta badan lemas. Pada beberapa kasus, penderita ditemukan mengalami sakit kuning (mata dan kulit pasien terlihat kuning). Namun, pada anak-anak gejala penyakit ini tidak selalu muncul. Karena lebih disebabkan oleh virus, maka penyakit ini dapat menyerang siapapun yang terlibat kontak dengan makanan atau minuman yang terjangkit virus hepatitis atau secara bergantian menggunakan jarum suntik. Jika sistem kekebalan tubuh bagus, maka sebenarnya virus hepatitis dapat dimatikan dengan sendirinya tanpa harus melakukan terapi pengobatan.

Untuk mencegah penularan dan penyebaran virus penyebab penyakit hepatitis, kita dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan. Menjauhkan sanitasi atau tempat pembuangan tinja jauh dari rumah tinggal menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan. Kemudian, menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian juga akan mencegah penularan virus ini.

Diet untuk Penderita Hepatitis

Diet Makanan Penderita Hepatitis. Ada berbagai macam penyakit yang mengancam makanan diet penderita hepatitistubuh manusia dan disebabkan oleh berbagai macam hal baik yang berasal dari dalam tubuh manusia sendiri maupun dari luar tubuh manusia. Terkadang terjadi masalah dengan organ tertentu dalam tubuh dan hal ini akan mengakibatkan seseorang menderita suatu penyakit. Jika terjadi masalah dengan organ hati misalnya, seseorang harus berurusan dengan penyakit hepatitis.

Hati merupakan organ yang sangat penting dalam proses pencernaan dan hati juga sangat penting dalam fungsinya sebagai penawar racun dalam tubuh. Jika seseorang menderita penyakit ini, alangkah baiknya jika mereka mereka mengkonsumis Makanan penderita hepatitis agar keadaan mereka tidak bertambah parah.

Makanan penderita hepatitis
tentu harus disesuaikan dengan fungsi hati yang sedang tidak berjalan sempurna yang berarti Makanan penderita hepatitis hendaknya meringankan beban hati untuk mendukung fungsi digesti dan penawar racun. Makanan penderita hepatitis juga hendaknya mampu mendukung perbaikan hati yang sedang bermasalah. Makanan penderita hepatitis yang perlu diperhatikan adalah makan tersebut merupakan makanan yang mengandung kalori dengan jumlah yang cukup besar dan jenisnya haruslah yang mudah dicerna oleh tubuh. Makanan penderita hepatitis juga harus terbebas dari cabai, lada, maupun bahan pengawet. Lemak yang terkandung dalam Makanan penderita hepatitis sebaiknya berada pada level rendah hingga sedang. Konsumsi protein dalam Makanan penderita hepatitis juga perlu diperhatikan dengan kebutuhan 70-100 gram. Makanan yang mengandung gas seperti kol, ubi, durian, dan mentimun tidak disarankan untuk dimasukkan dalam menu Makanan penderita hepatitis.

Alkohol adalah kandungan yang wajib dihindari baik dalam makanan maupun minuman oleh penderita diabetes. Diet makanan penderita hepatitis perlu mengandung mineral yang cukup meskipun kadar garam yang tinggi perlu dihindari. Untuk mengembalikan fungsi hati seperti semula, Makanan penderita hepatitis tentu sangat perlu diperhatikan dengan seksama. Hal-hal kecil sangat perlu diperhatikan dan komitmen untuk menjaga konsumsi Makanan penderita hepatitis perlu ditingkatkan. Sementara itu, pengobatan yang sesuai untuk jenis hepatitis yang diderita juga tidak boleh dilupakan agar kesehatan hati bisa kembali seperti sedia kala.

Penyakit Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC).  Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}.

Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati.  Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.

Jeli Gamat Penjinak Hepatitis C Kesaksian kesembuhan dari penyakit hepatitis C:

Bagai terasa kulit membalut tulang, begitulah kondisi Waskito dua tahun lalu. Sekedar menegakkan tubuh pun ia perlu bantuan orang lain. Oleh Karena itu ia lebih banyak menghabiskan waktu di atas pembaringan. Hepatitis C akut menggerogoti kesehatan pria 66 tahun itu. “Kami sekeluarga rela jika bapak dipanggil Tuhan” ,ujar Dewi Handayani, anak sulung Waskito.

Napas tersengal-sengal pada malam 25 Juni 2007 itu menjadi awal petaka Waskito. Malam itu Waskito sulit bernapas sehingga keluarga melarikannya ke sebuah rumahsakit di Surakarta, Jawa Tengah.

Hasil diagnosis dokter, Waskito positif paru-paru basah. Sebelas hari lamanya ia opname di rumahsakit itu sembari mengkonsumsi antibiotik jenis streptomycin.

Namun, kondisi ayah 5 anak itu tak kunjung membaik. Muka pucat, tubuh kerap letih, dan nafsu makan berkurang. Selain itu demam dan batuk menghampiri tubuh Waskito yang kian ringkih. Suami Nuk Sudaryanti itu pun segera dilarikan ke sebuah rumah sakit di Jakarta.

Di rumahsakit itulah dokter mendiagnosis hepatitis C. Peningkatan kadar SGOT dan SGPT 20 – 40 kali dari ambang normal menandakan adanya kerusakan hati. Ambang normal SGOT 17 – 20 IU dan SGPT 12 – 17 IU.

Penyakit lama

SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase ) dan SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase ) merupakan parameter untuk mengetahui kesehatan hati akibat infeksi virus atau bakteri. Hasil cek laboratorium juga menunjukkan kadar bilirubin mencapai 3,48 mg%. Padahal, kadar normal maksimal 1 mg%. Peningkatan bilirubin menyebabkan urin berwarna kemerahan – seperti teh kental – serta bola mata dan kulit kekuningan.

Sayang, kondisi Waskito yang dirawat di Jakarta tak ada perubahan berarti. Oleh karena itu keluarga memutuskan untuk membawanya pulang ke Surakarta. Nuk Sudaryanti, sang istri, rutin memberikan 7 butir putih telur atas anjuran seorang dokter. Itu untuk memasok kebutuhan albumin bagi tubuh. Kadar albumin penderita hepatitis umumnya rendah.

Namun, upaya itu belum menyembuhkan. Virus hepatitis C masih bercokol di tubuhnya. Virus itu sebenarnya telah lama mendekam di tubuh Waskito. Pada 1983 ia divonis positif hepatitis C. Saat itu Waskito bekerja di pelabuhan sebagai tukang las. Waskito kurang memperhatikan kebersihan makanan yang disantap dan kurang berolahraga.

Virus hepatitis kembali menyerang Waskito pada awal 2007 seperti kisah di atas. Pemilik bengkel motor itu kerap kesemutan di bagian kaki. Jika rasa itu datang, pria kelahiran Surakarta 29 September 1949 itu hanya bisa terduduk. Berat badannya pun turun.

Teripang

Menurut dr Primal Sudjana SpPD-KPTI, spesialis penyakit dalam Rumahsakit Hasan Sadikin Bandung, hepatitis akibat serangan virus. Bila dibiarkan hingga 6 bulan, menyebabkan hepatitis akut. Enam bulan berikutnya, berubah menjadi sirosis atau pengerasan hati. Dalam perkembangannya sirosis berpotensi menjadi kanker hati.

Setelah berbagai jalan penyembuhan ditempuh, Waskito kemudian teringat ekstrak teripang yang teronggok selama 3 bulan di lemari es. Pada Juli 2008 ia mulai mengkonsumsi ekstrak hewan laut filum Echinodermata. Dosisnya 2 sendok makan 2 kali sehari. Ia merasa segar setelah mengkonsumsi ekstrak teripang. Tiga bulan rutin mengkonsumsi teripang, Waskito merasa segar bugar.

Itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan ia negatif hepatitis . Kadar bilirubin Waskito kini 1,1 mg%, kadar SGPT dan SGOT juga kembali normal. Menurut Prof Dr Ridzwan Hashim, peneliti Universitas Kebangsaan Malaysia, teripang mengandung 86% protein yang mudah diuraikan menjadi enzim pepsin.

Kandungan protein yang tinggi berperan sebagai immunomodulator alias pembangun sistem kekebalan tubuh. Protein dan 16 asam amino esensial mujarab dalam meregenerasi sel dan memperkuat hati untuk mengeluarkan antibodi. Sifat gamat yang mudah larut dalam air, menurut dr Zen Djaja MD di Malang, membuatnya langsung terserap di hati tanpa mengalami detoksifikasi. Ekstrak gamat membantu memperbaiki fungsi hati. (Faiz Yajri ) sumber: Oleh trubusid_admindb Rabu, Juli 01, 2009 09:14:06

Demikian sekilas info mengenai pengobatan penyakit hepatitis C dan kesaksian kesembuhan dari penyakit hepatitis C semoga bermanfaat.

Pengobatan Alami Hepatitis B

Pengobatan alami Hepatitis B dengan mengunakan suplemen alami jelly Gamat Luxor  dan Spirulina Pacifica serta Milk Thislte telah terbukti ampuh mengobati sekaligus menyembuhkan hepatitis B secara alami.

Berikut adalah kesaksian kesembuhan dari penderita penyakit hepatitis B yang pernah dialami oleh bapak Lukman – Siawi (Jawa Tengah)

SEBELUM

Pada awal 2007 saya bersama beberapa teman bermaksud mendonorkan darah untuk seorang teman yang sedang dirawat di sebuah RS di Cirebon. Ternyata dari banyak darah yang diambil PMI menyatakan darah saya tidak bisa dipakai. Curiga dengan hasil tersebut saya langsung memeriksakan darah saya ke Lab. Hasilnya sangat mengagetkan. Cretainin menunjukan angka 1,59 (normal 0,4 – 1,1), asam urat 9,6 (normal 2,5 – 7), SGPT 244 (normal 6 – 30) dan HBsAg menunjukan saya positif mengidap Hepatitis B. Kenyataan ini sempat membuat saya patah semangat dan kehilangan harapan hidup. Apalagi dokter menyatakan bahwa Hepatitis Liver yang saya derita adalah penyakit karier dan saya harus mengkonsumsi obat seumur hidup.

SESUDAH

November 2007 seorang saudara mengenalkan saya dengan produk Luxor berikut testimoni seorang yang telah sembuh dari Hepatitis dengan produk tersebut. Saat itu juga saya memutuskan untuk mengkonsumsi Jeli Gamat 3×2 sdm, Spirulina 3x5tabs dan Extar C Plus 2x1tabs/hari. Berbarengan dengan itu juga sya memutuskan untuk menghentikan obat dokter. 7 bulan mengkonsumsi produk Luxor, pada 24 Mei 2008 saya cek darah di Lab. Hasilnya sangat-sangat menggembirakan. Cretainin 0,88, SGOT 36, SGPT 27 dan HBsAg dinyatakan negative. Dokter menyatakan saya telah terbebas dari penyakit Hepatitis.

Untuk informasi dan pemesanan obat alami hepatitis B silhkan klik disini cara beli.

Penyembuhan Hepatitis A

Penyembuhan penyakit Hepatitis A dengan mengunakan suplemen alami jelly Gamat, Milk Thistle, dan spirulina akhir-akhir banyak digunakan karena telah terbukti ampuh menyembuhkan hepatitis secara alami.

Berikut adalah testimoni kesembuhan dari penyakit hepatitis A yang pernah dialami oleh  Ibu Margaretha Bangkut:

SEBELUM

Tahun 2008 yang lalu RS Gunung Maria – Tondano menjadi tempat tinggal sementara bagi saya selama 1.5 bulan karena terjangkit Hepatitis A, kenang ibu Margaretha. Badan seperti tidak bertenaga, lemas, tidak ada nafsu makan karena rasa mual yang amat sangat, lanjutnya. Mata dan kulit terlihat kuning (ikterus), karena lemah otomatis aktifitas saya sangat terbatas. Hasil Lab. menunjukan nilai SGOT dan SGPT sudah berada diatas normal, SGOT 288 dan SGPT 148. Beberapa obat dokter yang diresepkan saya konsumsi secara teratur, tujuannya tak lain agar kondisi tubuh cepat pulih seperti semula.

SETELAH

Akhir September 2008 saya mencoba mengkonsumsi herbal Milk Thistle Plus, herbal dengan kandungan utamanya Silymarin yaitu antioksidan untuk hati 2×1 tablet /hari. Selain itu Spirulina Pacifica alga hijau biru yang mengandung pigmen Phycocyanin yang bekerja sebagai hepatoprotectif juga saya minum 2x5tabs /hari. Sedangkan Jeli Gamat yang berguna untuk meregenerasi sel saya konsumsi 3x2sdm/hari. Berselang 1 bulan, kemjuannya mulai nampak. Badan yang semula lemah, menjadi bertenaga dan segar. Rasa mual berkurangdan nafsu makan membaik, kecukupan gizi terbantu dengan mengkonsumsi Spirulina Pacifica. Istirahat malam yang semula tidak maksimal, kini terpenuhi dengan baikefeknya saya bangun pagi dengan bugar. Makanan kesehatan membantu mengoptimalkan pemulihan, itu yang saya rasakan.

Pemesanan jelly gamat, milk thistle  dan spirulina untuk pengobatan dan penyembuhan hepatitis A silhkan klik disini cara beli.

Penyakit Hepatitis

gambar liverHepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati. Infeksi virus merupakan penyebab hepatitisyang paling sering terjadi, jenisnya antara lain hepatitis A,B,C,D,E,dan G. Proses penularannya beragam antara lain melalui makanan, cairan tubuh, jarum suntik atau transfusi darah.

  1. HEPATITIS A
    Pada orang dewasa gejala yang umum terjadi mirip dengan flu, rasa lelah, demam, diare,mual,nyeri perut, mata dan kuku kuning serta hilangnya nafsu makan. Hepatitis A merupakan jenis hepatitis yang paling mudah disembuhkan dan tidak bersifat kronis.
    Penularan lebih sering terjadi melalui makanan seperti mengonsumsi makanan mentah yang tidak dicuci bersih, makanan setengah matang atau es batu yang berasal dari air yang telah tercemar
  2. HEPATITIS B
    Bagi sebagian penderita hepatitis B dapat sembuh sempurna dan mempunyai kekebalan seumur hidup, namun sebagian lagi gagal memperoleh kekebalan dan akan membawa virus hepatitis B tersebut seumur hidupnya. Gejala yang mudah dikenali antara lain lemah, lesu, sakit otot, demam, mata dan kulit kuning, serta air seni berwarna gelap / coklat.
    Cara penularan dapat terjadi melalui pemakaian jarum suntik bersama-sama transfusi darah yang telah terkontaminasi, pisau, alat cukur, serta hubungan seks bebas.
  3. HEPATITIS C
    Hepatitis C adalah penyakit infeksi yang bisa tak terdeteksi selama beberapa tahun, tanpa gejala yang khusus. Oleh karena itu banyak yang mengira hanya sekedar terserang flu dan demam disertai sakit kepala, muntah dan hilangnya nafsu makan. Namun perlahan dan pasti penyakit ini akan merusak organ hati memicu terjadinya hepatitis kronis, sirosis hati (pengerasan hati) dan kanker hati. Virus hepatitis C akan merusak sel-sel hati, jaringan akan mengeras dan dapat menyebabkan kematian
    Cara penularan hampir sama dengan hepatitis B.

B. PENYAKIT HATI KARENA RACUN
Selain karena penyebab diatas, hati juga dapat rusak akibat konsumsi alcohol berlebihan, konsumsi obat kimiawi secara terus menerus, kegemukan atau obesitas serta konsumsi lemak berlebih juga dapat menyebabkan perlemakan hati.

Milk Thistle Plus merupakan herbal alami dapat dikonsumsi untuk membantu :

  • Menyehatkan dan meningkatkan fungsi hati
  • Tonik dan Antioksidan bagi Hati, meremajakan sel-sel hati
  • Mengurangi keluhan Hepatitis dan Sirosis
  • Menyehatkan fungsi empedu
  • Mengatasi batu empedu
  • Mencegah tumor payudara
  • Mencegah iritasi saluran kemih

Dosis yang disarankan :
Minum 2 X 1 tablet/hari

cara pesan obat liver

Info lebih lanjut penyakit hepatitis silahkan klik disini:  Herbal Alami Sehatkan Liver

Pengobatan Hepatitis Liver

Panduan Cara Alami Pengobatan Hepatitis dengan obat herbal

Berikut panduan mengobati secara herbal penyakit hepatitis dan gangguan fungsi liver termasuk tingginya kadar SGPT SGOT dengan kombinasi bahan herbal alami Jeli Gamat,Spirulina dan Milk Thistle Plus.

Pengobatan hepatitis dengan Milk Thistle plus merupakan suplemen yang terdiri dari 5 jenis herbal untuk mengatasi gangguan fungsi hati, seperti infeksi hati atau Hepatitis dan juga sirosis. Bahan utamnya yaitu biji Milk Thistle adalah tumbuhan herbal yang mengandung flavanoid, yang terdiri dari: Silybin,Silidianin dan Silychristin (ketiganya disebut Silymarin) merupakan antioksidan yang bekerja untuk memulihkan kembali sel hati yang rusak. Antioksidan dari ekstrak tanaman ini melindungi sel hati dengan mendorong tumbuhnya sel baru yang sehat, memulihkan kembali fungsi hati dan mencegah kerusakan yang mungkin saja dapat terjadi akibat berbagai hal seperti infeksi virus, radikal bebas, alkohol dan jamur.

Pengobatan hepatitis dengan Spirulina Pacifica mengandung Phycocyanin merupakan pigmen biru yang memiliki efek hepatoprotective bagi hati. Phycocyanin dalam Spirulina Pacifica menyehatkan kembali sel hati, nutrisi lengkap lainnya melengkapai kecukupan gizi, untuk pemulihan sel-sel hati. Spirulina Pacifica juga mengandung Calcium Spirulan sebagai anti viral, yang sangat baik dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Pengobatan hepatitis dengan Jelly Gamat membantu memperbaiki fungsi hati secara tidak langsung. Apalagi ditunjang dengan makanan bergizi dan istirahat cukup, menjadikan perkembangbiakan virus dapat dicegah.kandungan kolagen pada teripang memiliki kemampuan menyembuhkan hepatitis dengan cepat. Hal itu disebabkan teripang mampu melakukan regenerasi sel secara singkat.

Ketiga produk tersebut adalah aman dan tanpa efek samping karena merupakan produk herbal dan supplemen alami, dikonsumsi rutin dapat dijadikan pengobatan hepatitis sekaligus penyembuhan hepatitis dan gangguan fungsi hati.